Melania membela Trump karena dituding telah menyebut Pasukan Marinir Amerika Serikat yang dimakamkan di komplek pemakaman PD I di Prancis sebagai pencundang.
Dalam sebuah pernyataan publik -yang jarang terjadi-, Melania menolak semua tuduhan yang dimuat dalam sebuah artikel yang diterbitkan majalah The Atlantic.
"Ini telah menjadi sangat berbahaya ketika sumber anonim dipercaya di atas segalanya, dan tidak ada yang tahu motivasi mereka. Ini bukan jurnalisme - Ini adalah aktivisme. Dan itu merugikan orang-orang di negara besar kita," kata Melania di akun Twitter pribadinya, seperti dikutip dari
AFP, Sabtu (5/9).
Pada Kamis, The Atlantic melaporkan telah mengutip empat sumber anonim yang mengatakan mereka memiliki pengetahuan langsung tentang diskusi yang mengatakan bahwa Presiden Donald Trump menyebut Marinir AS yang dimakamkan di pemakaman Perang Dunia I di Prancis sebagai 'pecundang' dan 'bodoh' karena tewas dalam tugasnya.
Ketika mengunjungi Prancis pada November 2018 untuk memperingati seratus tahun berakhirnya Perang Besar, Trump tidak mengunjungi Pemakaman Amerika Aisne-Marne dekat Paris seperti yang direncanakan semula dengan alasan cuaca buruk telah menghentikan helikopternya.
Tapi majalah itu membantah versi kejadian itu.
Trump kemudian membalas tudingan The Atlantic lewat serangkaian tweet-nya.
"Majalah Atlantic sedang sekarat, seperti kebanyakan majalah, jadi mereka membuat cerita palsu untuk mendapatkan relevansi," tulis Trump, yang kemudian menyerang laporan itu sebagai 'aib' dalam sebuah penjelasan kepada wartawan Gedung Putih.
BERITA TERKAIT: