Orang-orang berkumpul di daerah Pulchowk, di distrik Lalitpur, 8 km sebelah timur Kathmandu, untuk mengambil bagian dalam Festival Machindranath atau festival kereta api yang telah berusia berabad-abad di lembah tersebut.
Ketegangan mulai berkobar ketika polisi menolak upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan prosesi penarikan kereta patung dewa Rato Machindranath sebagai bagian dari prosesi perayaan.
Pemuda setempat mulai melempari batu bata kepada anggota polisi yang sedang bertugas, menanggapi hal itu polisi kemudian menembakkan peluru gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.
"Setengah lusin orang, termasuk beberapa polisi, menderita luka ringan. Sebuah kendaraan polisi juga rusak dalam kejadian tersebut. Namun, belum ada yang ditangkap sejauh ini," kata polisi, seperti dikutip dari
India Outlook, Kamis (3/9).
Sejumlah besar personel polisi anti huru hara dikerahkan di daerah tersebut untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan
Kathmandu Post mengatakan festival tersebut adalah festival kereta terpanjang di Nepal yang dimulai tepat sebelum awal musim hujan, untuk menenangkan dewa hujan dan biji-bijian Rato Machindranath.
Pemerintah kabupaten pada Juli memerintahkan penduduk setempat yang terlibat dalam festival tahunan itu untuk menundanya sampai pandemik selesai.
Pemerintah distrik memperpanjang pembatasan virus korona selama satu minggu lagi setelah perintah larangan selama dua minggu berakhir pada Rabu (2/9) di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.
Menurut data universitas Johns Hopkins, Nepal telah melaporkan 42.877 kasus Covid-19 dengan 257 kematian.
BERITA TERKAIT: