Dilaporkan media lokal,
OdaTV, kasus tersebut terungkap ketika anak berusia 12 tahun itu membeberkan kejadian tersebut kepada ibunya yang merupakan murid Nurullah.
Anak tersebut mengatakan telah berulang kali dilecehkan secara seksual oleh pemimpin tarekat Turki berusia 58 tahun itu.
Alhasil, keluarga sang anak mengajukan pengaduan ke pihak berwenang. Hingga akhirnya pada 27 Agustus 2020, Nurullah ditangkap dalam operasi penggerebekan di tempat ibadahnya di Distrik Akyazi, Sakarya.
Menurut keterangan ke kejaksaan, Nurullah ditangkap atas perintah pengadilan. Namun, jaksa mengeluarkan perintah kerahasiaan untuk kasus tersebut.
Saat ini, Nurullah dilaporkan ditahan di Penjara Perizli, Provinsi Utara Sakarya.
OdaTV menyebut, itu bukanlah kasus penganiayaan atau pelecehan anak pertama yang dihadapi oleh Nurullah. Sebelumnya, Nurullah dalam sebuah rekaman telepon mengakui beberapa kejahatannya.
Setelah penangkapan Nurullah, pihak berwenang pada 29 Agustus menutup sementara tempat ibadah Ussaki di Sakarya sebagai bagian dari tindakan pencegahan penyebaran virus corona.
Namun, dari penelusuran
Sputnik, sekte Ussaki langsung menghapus akun Twitter dan foto-foto Nurullah.
Nurullah dikenal memiliki kedekatan dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dari Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sebelum menjadi pemimpin Ussaki, ia pernah menjadi pegulat nasional dan meraih gelar juara di kelas 57 kilogram.
Beberapa waktu lalu, ia juga pernah datang ke Indonesia beberapa waktu lalu.
BERITA TERKAIT: