Shinzo Abe Mundur Jadi PM Jepang, Eropa Bersedih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 28 Agustus 2020, 18:15 WIB
Shinzo Abe Mundur Jadi PM Jepang, Eropa Bersedih
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson/Net
rmol news logo Pengunduran diri Shinzo Abe sebagai perdana menteri Jepang menjadi kesedihan tersendiri bagi Eropa. Abe dianggap sebagai sosok yang mampu mempersatukan Jepang dan Eropa.

Melalui akun Twitter-nya, @BorisJohnson, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan apresiasinya kepada Abe pada Jumat (28/8).

"Shinzo Abe sudah mencapai hal-hal yang hebat sebagai PM Jepang, baik untuk negaranya dan dunia," cuit Johnson.

"Di bawah pengawasannya, hubungan Inggris-Jepang telah berkembang semakin kuat dalam hal perdagangan, pertahanan, dan hubungan budaya. Terima kasih untuk semua tahun pengabdian Anda, dan saya berharap Anda sehat," sambungnya.

Sama seperti halnya Johnson, akun Presiden Uni Eropa, Ursula bon der Leyen juga berterima kasih kepada Abe.

"Terima kasih untuk dedikasi dan kontribusi PM Shinzo Abe dalam meningkatkan hubungan Uni Eropa-Jepang. Di bawah kepemimpinannya, hubungan kita semakin kuat dan lebih krusial. Saya berharap Anda sehat," ujarnya dalam akun Twitter, @vonderleyen.

"Sedih mendengar rekan saya, Shinzo Abe mengundurkan diri sebagi perdana menteri. Saya bisa melihat kembali bagaimana hubungan panjang dan hangat kita. Pembicaraan kami di Rotterdam tahun lalu dan selama pertemuan G20 di Osaka tiba-tiba muncul dalam ingatan saya. Saya berharap ia sehat," ujar Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte melalui akun Twitter-nya, @MinPres.

Sementara itu, menurut pakar politik internasional dari Eurasia Group, Ian Bremmer, pengunduran diri Abe menyisakan sejarah bagi kelompok ekonomi G7.

"Pengunduran diri PM Abe membuat (Kanselir Jerman) Angela Merkel menjadi satu-satunya pemimpin yang kuat dalam sejarah negara-negara G7. Dia (Merkel) saat ini dalam tahun terakhirnya," cuitnya, @ianbremmer.

Abe sendiri mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat melalui konferensi pers. Ia mundur dengan alasan kondisi kesehatannya yang semakin memburuk.

Penyakit yang diderita Abe sejak remaja, kolitis ulseratif atau radang usus besar, kambuh sejak Juni 2020. Spekulasi mengenai kesehatannya yang memburuk muncul ketika ia dilarikan ke rumah sakit dua kali dalam sepekan. Ia juga menjalani pemeriksaan hingga tujuh jam. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA