Demikian yang disampaikan oleh mantan Wakil Presiden Al Gore pada Selasa (25/8). Menurutnya, Trump sudah memberikan klaim tidak berdasar atas penolakannya untuk menggunakan metode pemungutan suara lewat surat.
"Dia tampaknya tidak menyesal sama sekali sudah mencoba merobek tatanan sosial dan keseimbangan politik rakyat Amerika, dan dia secara strategis menanamkan keraguan sebelumnya," ujar mantan orang nomor 2 di AS era Presiden Bill Clinton tersebut.
Trump selama ini menganggap metode pemungutan suara melalui surat dapat menyebabkan kecurangan. Sementara saat pemungutan suara secara langsung sangat berisiko untuk kesehatan masyarakat di tengah pandemik Covid-19.
Membalikkan pernyataan Trump Gore mengatakan, strategi yang dilakukan oleh pemilik Trump Tower tersebut adalah tercela. Lantaran, jika harus melakukan pemungutan suara secara langsung, maka membutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa melakukannya dengan tetap menerapkan pembatasan sosial.
Dengan begitu, kandidat memenangkan perhitungan suara awal tampaknya akan kalah setelah semua surat suara dihitung. Jika dibandingkan, situasi tersebut akan sama ketika pemilu 2000, ketika ia melawan George W. Bush.
"Anda selalu bisa mencari opsi untuk menarik sesuatu, mencabik-cabik negara, memobilisasi partisan satu sama lain di jalan-jalan dan semua itu, tapi itu bukan jalan yang bijaksana bagi negara kita," tambah Gore.
"Untuk mencoba menghalangi orang-orang yang takut akan pandemi untuk memilih melalui surat dengan membongkar Layanan Pos, dia berusaha untuk berlutut di leher demokrasi," kata Gore, merujuk pada metode
chokehold yang membuat George Floyd meninggal.
BERITA TERKAIT: