Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov pada Selasa (25/8) mengatakan, rumah sakit Berlin belum mengidentifikasi secara pasti zat di balik penyakit parah yang diderita Navalny saat ini. Selain itu, ia juga mengaku heran dengan perilaku dokter Jerman yang seakan "terburu-buru" menggunakan kata keracunan.
"Pasti ada alasan untuk melakukan investigasi. Untuk saat ini, yang Anda dan saya lihat adalah pasien dalam keadaan koma," ujarnya kepada wartawan seperti dikutip
Reuters.
Ia mengatakan, jika keracunan sudah ditetapkan sebagai penyebab sakitnya Navalny, maka Kremlin akan melakukan investigasi.
Selain itu, menanggapi rumor yang beredar, Peskov mengatakan, klaim bahwa Presiden Vladimir Putin ikut terlibat dalam insiden yang terjadi pada Navalny adalah tidak benar dan omong kosong.
Sementara itu, ketua majelis rendah parlemen Rusia yang merupakan sekutu Putin justru mengeluarkan penyelidikan terkait campur tangan pasukan asing dalam penyakit Navalny yang berusaha untuk memicu ketegangan dengan Kremlin.
Sebelumnya, pada Senin (24/8), Kanselir Jerman, Angela Merkel menyerukan dilakukannya penyelidikan atas insiden yang menimpa Navalny setelah dokter menemukan adanya indikasi zat beracun dalam tubuhnya.
Sejumlah seruan yang sama dari dunia internasional juga berdatangan. Mulai dari diplomat Uni Eropa Josep Borrell, Dutabesar AS untuk Rusia John Sullivan, hingga Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde.
Navalny yang merupakan tokoh oposisi Rusia pekan lalu mengalami insiden yang diduga keras sebagai keracunan. Ia pingsan di dalam pesawat yang membawanya dari Tomsk ke Moskow. Akibatnya, pesawat melakukan pendaratan darurat dan Navalny dibawa ke rumah sakit di Omsk.
Pada Sabtu (22/8), Navalny kemudian dipindahkan ke Jerman untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
BERITA TERKAIT: