Jadi Cahaya Terang, Joe Biden Ingin Akhiri Kegelapan AS Di Bawah Bayang-bayang Donald Trump

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 21 Agustus 2020, 14:14 WIB
Jadi Cahaya Terang, Joe Biden Ingin Akhiri Kegelapan AS Di Bawah Bayang-bayang Donald Trump
Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden/Net
rmol news logo Hari terakhir Konvensi Nasional Partai Demokrat pada Kamis (20/8) merupakan puncak pertemuan yang bertujuan untuk mengukuhkan pasangan Joe Biden-Kamala Harris sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Setelah Harris mendapatkan mandatnya secara resmi pada Rabu (19/8). Giliran Biden yang menjadi bintang pada Kamis.

Melalui pidatonya, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) era Barack Obama tersebut berjanji untuk mengakhiri "kegelapan" kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Pidato berdurasi 22 menit tersebut disiarkan secara virtual melalui kampung halaman Biden di Wilmington, Delaware. Di sana, lelaki 77 tahun tersebut menyampaikan dengan berapi-api.

"Presiden saat ini telah menyelubungi Amerika dalam kegelapan terlalu lama. Terlalu banyak kemarahan, terlalu banyak ketakutan, terlalu banyak perpecahan," ujarnya seperti dikutip AFP.

"Jika Anda mempercayakan saya sebagai presiden, saya akan memanfaatkan yang terbaik dari kita, bukan yang terburuk. Saya akan menjadi sekutu yang terang, bukan kegelapan," tekannya.

"Sudah waktunya bagi kita, sebagai rakyat, untuk berkumpul," sambungnya.

Lebih lanjut, Biden kemudian mendesak orang Amerika untuk menghukum Trump atas kekacauan yang melanda negeri tersebut. Ia menyebut Trump bertanggung jawab atas lebih dari 170 ribu kematian dan bencana ekonomi yang mengiringnya.

"Kami memimpin dunia dalam kematian. Tidak termaafkan," ujar Biden keras.

Jika ia terpilih menjadi presiden AS, kata Biden, ia akan menerapkan rencana nasional penanggulangan Covid-19 dan mewajibkan penggunaan masker.

Pemilihan presiden 2020 merupakan upaya ketiga Biden untuk menggapai Gedung Putih. Pada 1988 dan 2008, ia gagal memenangkan nominasi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA