Menurut jurubicaranya, Kira Yarmysh, saat ini Navalny harus menggunakan ventilator paru-paru buatan untuk bisa bertahan hidup.
Yarmysh sendiri meyakini teh yang diminum Navalny di Bandara Tomsk telah diberi racun. Pasalnya, hanya itu yang dikonsumsi oleh Navalny sebelum jatuh sakit.
Lelaki 44 tahun tersebut merintih kesakitan ketika berada di atas pesawat yang akan membawa pulangnya ke Moskow. Maskapai penerbangan S7 yang ditumpangi Navalny pun memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat karena kondisinya yang buruk.
Rekaman yang diposting di media sosial oleh seorang penumpang menunjukkan seorang Navalny yang tidak bergerak dibawa ke ambulans oleh petugas medis.
“Pada awal penerbangan dia pergi ke toilet dan tidak kembali. Dia mulai merasa sangat sakit. Mereka berjuang untuk membawanya dan dia berteriak kesakitan," ujar seorang penumpang yang berada satu pesawat dengan Navalny, Pavel Lebedev.
Dugaan Navalny diracun menjadi kian mencuat lantaran insiden tersebut bertepatan dengan krisis politik di Belarus, sekutu dekat Rusia, dan terjadi menjelang pemilihan regional Rusia bulan depan.
Meski banyak pihak yang meyakini Navalny diracun, jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, dugaan keracunan harus dikonfirmasi terlebih dulu dengan tes laboratorium.
Menanggapi situasi tersebut, mengutip
Reuters pada Jumat (21/8), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya sedang mempelajari masalah tersebut.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien mengatakan dugaan keracunan Navalny sangat memprihatinkan dan dapat memengaruhi hubungan AS-Rusia.
"Dia orang yang sangat pemberani. Dia adalah politikus yang sangat berani untuk melawan (Presiden Rusia Vladimir) Putin di dalam Rusia, dan pikiran serta doa kami ada bersama dia dan keluarganya," ujar O'Brien seperti dikutip
Reuters, Jumat (21/8).
"Ini sangat mengkhawatirkan dan jika Rusia berada di belakang ini. Itu adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan dalam cara kami menangani Rusia di masa mendatang," sambungnya.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Luar Negeri Lithuania Linas Linkevicius juga menggemakan hal yang sama.
"Jika (keracunan) dikonfirmasi, mereka yang bertanggung jawab harus menghadapi konsekuensi," kata Linkevicius di Twitter.
Navalny adalah seorang pengacara dan aktivis anti-korupsi, telah menjalani banyak tugas di penjara karena mengorganisir protes anti-Kremlin.
BERITA TERKAIT: