Kesepakatan tersebut dicapai dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Sanya, Prefektur Hainan, China sejak kemarin, Rabu (19/8). Di mana Retno bertemu dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.
"Indonesia dan Tiongkok telah menyepakati
Essential Business Travel Corridor Arrangement yang secara khusus mengatur perjalanan bisnis yang esensial dan perjalanan kedinasan yang mendesak secara aman," umum Retno dalam konferensi pers virtual pada Kamis malam (20/8).
Di bawah pengaturan tersebut, para pengusaha, kalangan diplomat, dan dinas dapat melakukan perjalanan terkait dengan bisnis penting dan kegiatan dinas yang mendesak. Artinya, pengaturan itu tidak dibentuk untuk tujuan wisata.
Pengaturan koridor perjalanan dibuat untuk melanjutkan berbagai proyek kerja sama dan investasi dengan negara-negara lain sehingga ekonomi tetap berjalan di tenagh pandemik Covid-19, tanpa mengorbankan kesehatan.
"Ini adalah
essential business travel corridor ketiga yang telah kita buat dengan negara lain," ucap Retno.
Sebelumnya, Indonesia sudah melakukan kerja sama serupa dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang sudah berlaku sejak 29 Juli 2020.
Kemudian, tepat pada 17 Agutus 2020, koridor perjalanan khusus bisnis antara Indonesia dan Korea Selatan juga sudah dijalankan.
"RRT (disepakati) pada hari ini dan akan berlaku segera setelah diluncurkan," tekannya.
Dalam kunjungan tersebut, Retno tidak sendiri. Ia ditemani dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Eksekutif Bio Farma, Honesti Basyir, dan sejumlah staf lainnya.
BERITA TERKAIT: