Dari laporkan
Sky News, penyelidik menemukan sebuah fasilitas ruang bawah tanah yang tampak seperti labirin. Penemuan tersebut menambah harapan agar orang-orang yang masuk dalam daftar hilang bisa ditemukan dalam keadaan hidup di sana.
Dari jaringan televisi lokal, tim penyelamat dan para penyelidik tampak menggali pintu masuk ruang bawah tanah yang tertutup puing-puing reruntuhan bangunan.
"Mereka tahu bahwa ada labirin ruang bawah tanah di sini. Dan itulah yang menjaga harapan agar kerabat mereka tetap hidup, entah bagaimana orang yang mereka cintai berhasil sampai ke tempat penampungan tersebut," ujar seorang koresponden melansir
Anadolu Agency.
Ledakan dahsyat pada Selasa (4/8) di Pelabuhan Beirut sudah merenggut lebih dari 150 nyawa dan 6.000 lainnya terluka.
Hingga saat ini, para pejabat meyakini ledakan tersebut bersumber dari 2.750 amonium nitrat yang disita pada 2013 dan disimpan di hanggar pelabuhan.
Para peneliti menyebut, ledakan tersebut memiliki hasil yang setara dengan 200 hingga 500 ton TNT, mendekati bom nuklir kecil. Maka, tak heran jika gelombang kejutnya membuat ribuan bangunan di Beirut hancur.
Presiden Lebanon Michel Aoun pada Jumat (7/8) mengatakan tidak akan mengesampingkan kelalaian dan akan menghukum para pelaku.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berspekulasi, ledakan tersebut kemungkinan merupakan sebuah serangan.
BERITA TERKAIT: