Usai Terjerat Kasus Pemerkosaan, Jurnalis Maroko Diduga Jadi Agen Mata-mata Asing

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 03 Agustus 2020, 17:51 WIB
Usai Terjerat Kasus Pemerkosaan, Jurnalis Maroko Diduga Jadi Agen Mata-mata Asing
Omar Radi/Net
rmol news logo Kepolisian Maroko telah menangkap seorang jurnalis yang diduga melakukan tindakan kekerasan seksual. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia juga diduga menerima dana asing untuk merusak keamanan negara.

Omar Radi ditangkap pada Rabu (29/7). Jaksa penuntut umum di Pengadilan Banding Casablanca telah memerintahkan agar Radi diserahkan ke tahanan polisi setelah pemeriksaan awal.

Lelaki 33 tahun tersebut akan diselidiki atas dua pelanggaran terkait dengan pasal 485 dan 486 KUHP.

Penangkapan Radi sendiri dilakukan setelah adanya pengaduan yang diajukan oleh seorang warga kepada layanan polisi yudiasal Royal Gendarmerie di Casablanca.

Hasil penyelidikan mengenai tindakan pemerkosaan oleh Radi sebelumnya telah diumumkan melalui siaran pers pada 24 Juni 2020. Namun mengikuti hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Brigade Nasional Kepolisian Yudisial, kantor kejaksaan umum juga meminta dilakukannya penyelidikan atas penerimaan dana dari pihak asing terkait perusakan keamanan negara.

Radi diduga telah melakukan kontak dengan agen-agen asing untuk merusak situasi diplomatik Maroko. Jika terbukti bersalah, ia melakukan pelanggaran pasal 191 dan 206 KUHP.

Dari keterangan tertulis pada Senin (3/8), Radi diduga telah direkrut oleh diplomat Belanda yang ditempatkan di Rabat sejak 2013 untuk memantau situasi umum di Maroko. Ia bertugas sebagai agen rahasia untuk mengumpulkan informasi terkait situasi di Rif (wilayah di utara Maroko) untuk kepentingan diplomat Belanda.

Selain dimanipulasi oleh diplomat Belanda, Radi juga telah menerima pengiriman uang dari luar negeri, terutama dari saluran Al-Mayadeen, yang dikendalikan dan didanai oleh intelijen Iran, Hizbullah Lebanon, dan rezim Bashar al-Assad. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA