Tepatnya mulai Januari 2021, proyek reformasi kesejahteraan sosial tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun ke depan.
"Pertama-tama, rencana itu harus fokus pada generalisasi cakupan kesehatan wajib dan tunjangan keluarga. Kemudian beralih ke tunjangan pensiun dan pengangguran," ujar Sang Raja dalam pidato peringatan 21 tahun ia naik tahta di Tetouan pada Kamis (29/7).
Raja memperingatkan, rencana reformasi kesejahteraan sosial harus dilakukan secara matang. Sistem dan program perlindungan sosial harus ditingkatkan agar bisa tepat sasaran.
"Akses universal ke perlindungan sosial cakupan harus berfungsi sebagai pembangkit integrasi sektor informal ke dalam struktur ekonomi negara," jelasnya.
"Pemerintah harus menyelesaikan pembangunan, bersama dengan para aktor sosial terkait, dari pendekatan praktis dan komprehensif yang mencakup jadwal, kerangka kerja hukum, dan opsi pembiayaan yang diperlukan untuk mencapai perlindungan sosial universal yang efektif," imbuhnya.
Raja Mohammed VI juga mengatakan, semua yang bertanggung jawab atas proyek tersebut harus menggarisbawahi tujuan inisiatif tersebut diluncurkan. Di antaranya adalah mempromosikan pembangunan dan pencapaian keadilan sosial dan antardaerah dengan memastikan perlindungan sosial bagi semua orang Maroko.
"Untuk mencapai tujuan ini, kita harus menegakkan tata pemerintahan yang baik, yang didasarkan pada dialog sosial yang konstruktif dan pada prinsip-prinsip integritas, transparansi dan keadilan, dan memastikan bahwa segala penyimpangan atau eksploitasi proyek sosial yang tinggi ini untuk keuntungan politik dihindari," imbaunya.
BERITA TERKAIT: