Walikota distrik Mozogo, Medjeweh Boukar mengatakan para penyerang tak dikenal itu melemparkan sebuah granat ke sekelompok orang yang sedang tidur dalam sebuah kamp untuk orang-orang terlantar di desa Nguetchewe, distrik Mozogo dekat perbatasan Nigeria di wilayah Far North pada Minggu dini hari. Tercatat ada 800 orang yang tinggal di kamp tersebut, katanya.
Boukar diberitahu oleh penduduk setempat bahwa 13 telah meninggal. Seorang pejabat keamanan yang mengkonfirmasi serangan itu mengatakan bahwa 2 yang terluka juga ikut tewas, sehingga jumlah korban menjadi 15.
“Para penyerang datang dengan seorang wanita yang membawa granat ke kamp,†kata Boukar, menambahkan bahwa wanita dan anak-anak termasuk di antara yang tewas, seperti dikutip dari
Reuters, Minggu (2/8).
Boubakar menambahkan, selama sebulan terakhir telah terjadi dua puluh serbuan dan serangan yang dilakukan oleh tersangka militan Islam tersebut.
Boko Haram telah berjuang selama satu dekade untuk mewujudkan keinginan mereka menegakkan kekhalifahan Islam yang berbasis di Nigeria.
Kekerasan yang telah menewaskan 30.000 orang dan membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal itu sering meluas ke negara tetangga, seperti Kamerun, Niger dan Chad.
Pada Juni tahun lalu, sekitar 300 tersangka gerilyawan Boko Haram menyerbu sebuah pulau di Danau Chad di ujung utara Kamerun dan menewaskan 24 orang, termasuk 16 tentara Kamerun yang ditempatkan di pos-pos militer.
BERITA TERKAIT: