"Ini sudah menjadi bencana. Maksud saya, ini telah menjadi mimpi buruk mutlat bagi negara dan negara telah mengalami kejutan besar," ujar Johnson kepada
Times Radio seperti dikutip
Reuters, pada Senin (29/6).
"Setiap hari, apa yang kita dapatkan adalah kurva yang mengarah ke arah yang mereka pikir akan turun sangat lambat," lanjutnya.
Alih-alih melakukan penyelidikan mengenai langkah-langkah salah, Johnson mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada peningkatan infeksi secara lokal.
"Yang penting adalah memastikan bahwa kami siap menindak peningkatan infeksi lokal dan itulah mengapa kami memiliki strategi gila-gilaan," terangnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, Inggris sudah mencatatkan 312.640 kasus Covid-19 atau tertinggi kelima di dunia.
Selain itu, angka kematian di Inggris adalah yang terburuk di Eropa, yaitu dengan 43.634 kematian.
Meski setiap harinya masih melaporkan ratusan kasus baru, pemerintahan Johnson tengah menjajaki proses pembukaan, khususnya untuk menghidupkan kembali ekonomi.
BERITA TERKAIT: