Dipaparkan oleh Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (14/6), ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap ketiga relaksasi.
Adapun beberapa masalah yang paling mendesak di antaranya seperti protes anti-rasisme yang bisa memicu gelombang kedua infeksi Covid-19.
Melansir
Anadolu Agency, dalam tahap ketiga relaksasi, semua bisnis yang tidak penting masih akan tetap ditutup. Sementara seluruh wilayah Prancis akan dikonversi ke zona hijau, kecuali Mayotte dan Guyana.
Mulai Senin (15/6), Macron mengumumkan, kafe, bar, dan retoran akan dibuka secara penuh. Sebelumnya, bisnis kuliner memang sudah dibuka sebagian pada 2 Juni hanya untuk outdoor.
Selain itu, bioskop dan ruang konser juga akan dibuka dengan jarak sosial yang aman.
"Sekolah penitipan anak, serta sekolah menengah, dan perguruan tinggi juga akan dibuka kembali pada 22 Juni," ujar Macron.
Kunjungan ke rumah panti jompo juga akan diizinkan pada Senin.
Prancis sendiri sudah memberlakukan kuncian nasional pada 17 Maret dan mengakhirinya pada 11 Mei.
Hingga saat ini, Prancis melaporkan 194.153 kasus Covid-19 secara nasional dengan 29.410 kematian.
Meski memiliki tren penurunan infeksi, namun pemerintah dibuat khawatir dengan adanya fenomena gerakan Black Lives Matter. Di mana selama seminggu terakhir, puluhan ribu warga Prancis turun ke jalan untuk menyuarakan diakhirinya tindakan rasisme dan diskriminasi.
Macron sendiri akan kembali memberikan pengumuman terkait tahap keempat relaksasi pada Juli mendatang.
BERITA TERKAIT: