Masjid Agung Paris menyatakan bahwa Ramadan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026.
“Bulan suci Ramadan akan dimulai di Prancis pada hari Rabu,” demikian pernyataan masjid tersebut dalam sebuah komunike yang ditandatangani oleh Musulmans de France, Foi et Pratique, dan Federasi Asosiasi Islam Prancis di Afrika, Komoro, dan Antillen, dikutip dari Morocco News.
Sementara itu, Dewan Agama Islam Prancis (CFCM) justru menetapkan Kamis, 19 Februari 2026, sebagai hari pertama puasa. Dalam pengumumannya, CFCM sepenuhnya mengandalkan perhitungan astronomi.
Di sisi lain, muncul perdebatan soal pengaruh negara lain dalam penentuan tanggal Ramadan. Ada kritik yang menyebut Masjid Agung Paris kerap mengikuti pola penetapan dari Aljazair. Menariknya, Aljazair sendiri tahun ini justru menetapkan Kamis sebagai awal Ramadan.
Situasi ini menambah kegelisahan warga Muslim Prancis, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 6-7 juta orang atau sekitar 10 persen dari total populasi negara tersebut.
Sementara itu, sejumlah negara lain telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan. Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab memilih Rabu sebagai hari pertama puasa. Adapun Mesir menetapkan Kamis.
Untuk Maroko, pemerintah masih menunggu hasil pemantauan hilal yang dilakukan Rabu malam sebelum mengumumkan tanggal resmi dimulainya Ramadan. Sementara di tanah air Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Kamis sebagai awal Ramadan.
BERITA TERKAIT: