Apa saja yang telah dilakukan negara yang terletak di Afrika Timur, tepatnya di barat daya Samudra Hindia, ini?
Komite Komunikasi Nasional mencatat Mauritius memiliki angka kasus sebanyak 332 positif dan 10 kematian akibat Covid-19. Mauritius pun segera melakukan langkah pembatasan perjalanan, termasuk menghentikan pergerakan angkutan umum, menutup area wisata, membatasi jam operasioal bank dan supermarket, serta pemberlakuan jam malam.
Upaya pembatasan itu berlangsung selama beberapa minggu dan rencana akan dibuka pada 15 Mei mendatang.
Khusus untuk kegiatan keagamaan, upacara pernikahan dan pemakaman, serta sekolah, Perdana Menteri Pravind Jugnauth menetapkan masih akan ditutup hingga 1 Agustus.
Upaya itu membuahkan hasil. Dalam lima belas hari terakhir, Mauritius tidak menunjukkan angka kasus baru. Sebaliknya, 332 pasien yang dirawat menunjukkan kemajuan penyembuhannya.
Hingga pada 11 Mei, otoritas kesehatan menyatakan Mauritius telah bebas dari virus corona, seperti dikutip dari
Africa News, Rabu (13/5).
Pernyataan ini tentu melegakan semua pihak, walau otoritas kesehatan di sana tetap tidak akan membuka kuncian hingga waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya, untuk menjaga kemungkinan munculnya penyebaran baru.
Mauritius pun menjadi negara di Afrika satu-satunya yang menyatakan status bebas virus, sedangkan Lesotho adalah satu-satunya negara di Afrika yang belum mencatat kasus.
BERITA TERKAIT: