Menteri Kesehatan dan Layanan Manusia AS Alex Azar berterima kasih kepada Taiwan atas upaya-upayanya berbagi sumber daya dan pengetahunan dengan AS dalam menanggulangi virus corona.
Ia menulis dalam akun media sosialnya:
"Pagi ini saya berbicara dengan Menteri Chen dari Taiwan tentang wabah #COVID19. Saya mengucapkan terima kasih kepadanya atas upaya Taiwan untuk berbagi praktik terbaik dan sumber daya mereka dengan A.S. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kemitraan kesehatan global sangat penting dan saya menghargai kontribusi Taiwan."
Sebelumnya, Taiwan kecewa dengan sikap WHO yang mengabaikan mereka. AS pun berkomitmen mendekatkan koordinasi antara Taiwan dan WHO di masa pandemik ini.
Dukungan AS tersebut menuai kecaman dari China yang menganggapnya langkah politis.
WHO telah membatasi akses informasi Taiwan soal pandemik corona karena mereka bukan anggota. WHO sendiri mendapatkan tekanan dari China yang menganggap Taiwan adalah bagian dari negara mereka yang sedang membangkang.
Sejak 2009 hingga 2016 Taiwan telah menjadi negara pemantau di WHO setelah hubungan dengan China membaik. Namun saat Tsai Ing-wen terpilih presiden Taiwan, hubungan kembali memburuk dan China mengadang langkah pemerintah Taipei di WHO.
Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung berterima kasih kepada Menkes AS Alex Azar atas dukungan terhadap negaranya di WHO pada telekonferensi Senin malam (27/4).
"Menteri Chen mengatakan kepada Menteri Azar bahwa dia berharap AS akan terus mendukung partisipasi penuh Taiwan dalam rapat, mekanisme, dan aktivitas dewan kesehatan dunia dan WHO sebagai pemantau," ujar pernyataan pemerintah Taiwan.
Dalam percakapan telekonferensi tersebut, Azar juga berterima kasih kepada Taiwan karena telah berbagi pengalaman dalam mengatasi pandemi corona. Taiwan termasuk berhasil membendung virus corona, dengan hanya 429 kasus dan 6 kematian selama ini.
"Saya berterima kasih kepada dia (Chen) atas upaya Taiwan membagikan praktik terbaik dan sumber daya mereka kepada AS. Saat ini, lebih dari sebelumnya, kemitraan kesehatan global sangat penting dan saya menghargai kontribusi Taiwan," kata Azar melalui Twitter.
Taiwan secara mengejutkan telah berhasil dalam membatasi penyebaran virus corona menjadi hanya 429 penularan dengan enam kematian. Namun Taiwan bukan anggota WHO maupun PBB karena adanya oposisi dari China yang menolak mengakui kedaulatannya.
Taiwan mengatakan, pengecualian itu menantang kemampuannya untuk membantu perang global melawan COVID-19.
BERITA TERKAIT: