Warga berunjuk rasa setelah perundingan dengan aparat tidak membuahkan hasil. Ketegangan pun terjadi. Warga yang marah membakar ban di jalan-jalan utama dan menuntut keadilan.
Warga membuat petugas keamanan kesulitan. Reaksi dari pasukan keamanan semakin membuat marah penduduk yang menentang langkah-langkah pencegahan terhadap virus. Aparat terpaksa melepaskan tembakkannya.
“Unjuk rasa akan terus berlanjut sampai pejabat senior pemerintah mendengarkan protes penduduk. Kami ingin pemerintah membalikkan keputusan jam malam yang dikenakan pada penduduk selama bulan suci ini (Ramadhan)," ujar salah seorang warga yang ikut berunjuk rasa, seperti dikutip dari
AFP, Minggu (26/4).
Seorang perwira polisi di Mogadishu ditangkap karena menembak setidaknya satu warga sipil ketika dia memberlakukan pembatasan atas pandemi.
“Pertama, saya menghormati bahwa warga Mogadishu perlu mengekspresikan kemarahan mereka terhadap insiden ini. Mereka memiliki hak untuk melakukan itu. Kedua, saya sangat menyesal atas kejadian yang terjadi tadi malam dan saya berbagi kesedihan yang sama yang Anda semua rasakan,†ujar Walikota Mogadishu, Omar Mohamed Mohamed.
Pada hari Sabtu, kepala polisi negara itu memberhentikan komisioner yang bertanggung jawab atas keamanan di distrik Bondhere, tempat penembakan terjadi.
BERITA TERKAIT: