Trump menyarankan para ahli medis untuk menyelidiki lebih jauh tentang tubuh manusia terhadap panas dan cahaya sebagai pengobatan untuk virus corona.
Pernyataan Trump tersebut berdasarkan presentasi dari William Bryan, sekretaris ilmu pengetahuan dan teknologi di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Sebelumnya, Bryan mempresentasikan hasil penelitian yang menunjukkan virus memburuk lebih cepat ketika mengalami suhu dan kelembaban yang lebih tinggi, sebuah temuan yang dengan cepat menarik skeptis dari para ahli lain di media sosial dan televisi, terhadap wabah di sejumlah tempat dengan iklim hangat, seperti Singapura dan Brasil.
Bryan mempresentasikan data yang menemukan berapa lama virus dapat hidup di permukaan padat atau di udara menjadi lemah secara signifikan di bawah suhu tinggi.
Dia mengatakan kantornya juga mempelajari bagaimana desinfektan tertentu dapat membunuh virus lebih efektif daripada yang lain, merujuk isopropil alkohol dan pemutih.
Trump sejauh ini mengikuti temuan itu dan bertanya lebih jauh tentang memanfaatkan cahaya dan panas sebagai bagian dari penyembuhan potensial.
Sebelumnya, dalam suatu kesempatan Donald Trump pernah mengatakan bahwa dalam cuaca agak sedikit hangat, virus secara ajaib akan hilang.
"Jadi, seandainya kita memproses tubuh dengan benar, apakah itu dengan sinar ultraviolet atau cahaya yang sangat kuat, dan saya pikir kau belum memeriksanya. Tetapi saya yakin, kamu akan mengujinya," kata Trump, dalam siarannya di Gedung putih, dikutip dari
The Fox News, Kamis (23/4).
"Seandainya kamu membawa cahaya di dalam tubuh, yang bisa kamu lakukan melalui kulit atau dengan cara lain. Dan kupikir kamu bilang kamu akan mengujinya juga. Kedengarannya menarik," ujar Trump.
Trump dalam kesempatannya bersama Bryan bertanya apakah ada cara untuk membersihkan tubuh dengan disinfektan.
Bryan mengingatkan bahwa temuan agensi itu tidak berarti bahwa sinar matahari akan membunuh virus itu, atau harus pergi keluar rumah menggantikan pedoman jarak sosial yang dibuat oleh para pemimpin negara bagian dan federal.
"Tidak menjamin bahwa musim panas akan membunuh virus secara total..., bukan itu masalahnya," katanya.
Kadang, dia menyampaikan hal yang berbeda-beda. Mengatakan kepada seorang reporter bahwa dia secara pribadi akan memilih mengadakan pertemuan keluarga di luar daripada di dalam selama musim panas. Dia mengatakan bahwa sinar matahari dapat memiliki efek menyingkirkarkan virus pada peralatan bermain atau permukaan lainnya.
Pertanyaan apakah akan aman dari virus jika orang Amerika pergi keluar rumah, Trump pun menegaskan lagi sarannya tadi, agar menggunakan panas dan cahaya sebagai obat.
"Mungkin kamu bisa percaya, mungkin juga kamu tidak bisa percaya..., aku bukan dokter. Tapi aku, seperti yang kamu tahulah..." kata Trump, menunjuk ke kepalanya seolah menegaskan bahwa ia berpikir dengan logikanya.
Dia kemudian menoleh ke Dr. Deborah Birx, koordinator respon virus corona Gedung Putih, menanyakan apakah dia pernah mendengar menggunakan "panas dan cahaya" untuk memerangi virus corona. .
"Bukan sebagai pengobatan," kata Birx. "Maksudku, tentu saja... ketika kamu demam itu membantu tubuhmu merespon. Tapi aku belum melihat pengobatan dengan panas atau cahaya."
"Saya pikir itu hal yang bagus untuk dikaji," kata Trump.
BERITA TERKAIT: