Demikian yang disampaikan oleh Presiden Hassan Rouhani pada Minggu (19/4).
"Hampir semua tahanan yang tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat, telah diperpanjang hingga 20 Mei," ujar Rouhani dalam pertemuan kabinet yang disiarkan di televisi seperti dimuat
CNA.
Sebelumnya Iran telah membebaskan secara sementara 100 ribu tahanan sejak Februari, termasuk tahanan berkewarganegaraan ganda dan asing. Keputusan itu kemudian disambut oleh PBB.
Namun, menurut para pakar hak asasi manusia, termasuk Pelapor Khusus untuk Iran Javaid Rehman, mengatakan sebagian besar tahanan seperti pembela hak asasi manusia dan konservasionis tetap di penjara.
Selain itu, Rouhani juga mengatakan masjid-masjid dan situs-situs suci di Iran masih akan tetap ditutup setidaknya hingga 4 Mei.
"Masjid-masjid dan pusat-pusat keagamaan akan tetap ditutup selama dua minggu ke depan. Keputusan tentang pertemuan selama bulan suci Ramadhan akan diambil minggu depan," kata Rouhani.
Namun, pemerintah sudah mulai mengizinkan bisnis berisiko rendah seperti toko, pabrik, dan bengkel untuk beroperasi di Teheran mulai Sabtu (18/4).
Rouhani mengatakan bisnis berisiko tinggi, seperti teater, gimnasium, sauna, salon kecantikan, dan pusat perbelanjaan akan tetap ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Hingga saat ini, Iran telah mencatatkan 80.868 kasus dengan lebih dari 5.000 orang meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: