Pada Senin malam (13/4), Netanyahu dan Gantz dilaporkan melakukan pertemuan sebagai upaya terakhir untuk menyelesaikan perbedaan. Pertemuan tersebut diawasi oleh Presiden Reuven Rivlin.
Keesokannya, kantor presiden mengungkapkan keduanya sudah sangat dekat dengan kesepakatan.
Selama 28 hari, Gantz diberikan mandat oleh Rivlin untuk mengumpulkan koalisi setelah pemilihan umum yang juga berakhir buntu pada bulan lalu. Tengat waktu tersebut berakhir pada Senin malam, namun diperpanjang oleh Rivlin selama dua hari.
Usai bertemu, Netanyahu dan Gantz membuat pernyataan bersama yang mengatakan mereka telah membuat kemajuan yang signifikan di mana keduanya akan bertemu lagi dengan tim negosiasi pada pagi ini.
"Netanyahu, ini adalah momen kebenaran kami. Ini adalah pemerintahan darurat nasional atau, Tuhan melarang adanya pemilihan keempat yang akan mahal di tengah krisis ini," kata Gantz pada Senin malam seperti dimuat
Reuters.
Israel sendiri sudah melakukan tiga kali pemilihan ulang yang semuanya berakhir buntu. Pemilihan pertama dilakukan pada April 2019, lalu September 2019, dan Maret 2020.
Dalam pemilihan tersebut, tidak ada yang bisa memenangkan suara mayoritas ataupun berhasil membentuk pemerintahan dalam 14 hari.
Gantz mengatakan dahsyatnya keadaan darurat virus corona telah menyebabkan dia melanggar janji kampanye untuk tidak duduk dalam pemerintahan dengan Netanyahu, yang telah didakwa dengan tuduhan korupsi.
Israel sendiri saat ini sudah memberlakukan larangan perjalanan antar kota untuk membendung penyebaran virus. Di mana berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, Israel memiliki jumalh infeksi sebanyak 11.586 kasus dengan 116 orang meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: