Di tengah pandemik virus corona, semua pertemuan publik, tak terkecuali Jumat Agung yang jatuh pada hari ini, Jumat (10/4).
"Kami merayakan Jumat Agung, peringatan kematian Yesus, dalam keadaan yang sangat sulit," kata Uskup Agung, Pierbattista Pizzaballa di luar Gereja Makam Suci Yerusalem, seperti dimuat
Reuters.
Gereja itu menjadi situs penyaliban, penguburan, dan kebangkitan Yesus.
Sebelum memasuki pintu gereja yang sangat dihormati itu, Pizzaballa menyerukan agar semua orang bersatu dalam hati, dalam doa, dengan semua orang yang menderita dan sekarat akibat virus corona.
Setelah Pizaballa masuk, suara nyanyian dan doa berkumandang di halaman kuno di atas Makam Suci.
Sejak berminggu-minggu lalu, gereja tersebut telah ditutup umtuk umum. Namun hari ini, gereja tersebut dibuka khusus untuk doa dan layanan yang dihadiri oleh beberapa ulama.
Penduduk sendiri tidak diperbolehkan keluar rumah termasuk untuk melakukan kegiatan keagamaan, kecuali untuk alasan mendesak seperti membeli bahan makanan.
Bulan ini menjadi sangat sepi bagi Yerusalem. Baik Paskah Yahudi, Paskah, hingga Ramadhan yang jatuh pada bulan ini. Namun perayaannya harus dilakukan dalam sepi.
Di Israel sendiri, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 10 ribu orang dengan 92 orang meninggal dunia. Sementara di Palestina, sebanyak 263 orang terinfeksi dan 1 orang meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: