Boris Johnson dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif (ICU) setelah gejala-gejala virus corona (Covid-19) yang dialaminya semakin memburuk.
Trump menyampaikan ia dan seluruh rakyat AS mendoakan Boris Johnson.
"Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk teman baik saya dan sahabat dari negara kita, Perdana Menteri Boris Johnson," ucap Trump dalam konferensi pers, Senin (6/4) malam waktu setempat.
"Kita sangat sedih mendengar dia dirawat di Unit Perawatan Intensif, sore ini, beberapa saat lalu. Rakyat Amerika semuanya mendoakan kesembuhannya," ujar Trump.
Trump menyampaikan AS menawarkan bantuan medis jika dibutuhkan.
"Kita akan lihat apakah kita bisa membantu. Kita telah menghubungi seluruh dokter yang merawat Boris dan kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi mereka siap berangkat," ujar Trump melansir
AFP, Selasa (7/4).
Boris Johnson dinyatakan positif virus corona sejak 27 Maret lalu. Ia menjalani menjalani isolasi mandiri (self-isolation) di kediamannya di Downing Street.
Namun gejala yang ia rasakan semakin tidak baik. Suhu tubuh tinggi dan ia terus-terusan batuk. Pada Minggu (5/4) waktu setempat, PM Johnson dibawa ke Rumah Sakit St Thomas di London.
Inggris menyampaikan Johnson kemudian harus dibawa ke ruang ICU untuk perawatan.
Kondisi kritisnya ini menimbulkan kecemasan para pemimpin dunia.
Setelah Trump, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga memberikan 'dukungan penuh untuk Boris Johnson.
"Saya harap dia akan cepat mengatasi cobaan ini," ucap Macron dalam cuitannya di Twitter.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, juga turut mendoakan kesembuhan PM Johnson.
"Saya tahu kekuatannya, saya yakin dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya yang luar biasa, kemampuan untuk mengatasi cobaan ini. Ini juga menjadi simbol keseriusan dari krisis ini, yang berdampak pada setiap orang," ucapnya.