"Ini adalah kombinasi dari pendekatan. Ini berarti penerapan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang teliti," ujar Direktur WHO untuk regional Afrika, Matshidiso Moeti pada Kamis (2/4).
"Ini adalah kerja sama pemerintah dengan para mitra untuk menyediakan apa yang dibutuhkan masyarakat, termasuk memitigasi tindakan-tindakan yang lebih membatasi," lanjutnya.
Dikatakan oleh Direktur Kedaruratan WHO untuk regional Afrika, Dr Zabulon Yoti, penerapan langkah-langkah yang lebih ketat sangat diperlukan mengingat sistem kesehatan di Afrika lemah, bahkan sebelum adanya pandemi.
Dilaporkan
AA, saat ini ada total 3.626 kasus Covid-19 di Afrika Sub-Sahara, dengan 74 kematian dan 183 orang telah pulih. Mayoritas infeksi telah tercatat di Afrika Selatan.
Afrika Selatan memimpin dengan 1.380 kasus diikuti oleh Zambia dengan 36 kasus, Mozambik dengan 10 kasus, Swaziland dengan 9 kasus, Zimbabwe dengan 8 kasus, Angola dengan 7 kasus, dan Botswana 4 kasus.
Sebanyak sembilan kematian akibat Covid-18 telah dicatat di bagian ini.
Afrika Barat menjadi regional dengan kasus terbanyak di Afrika, yaitu 1.190 kasus dengan Burkina Faso sebanyak 282 kasus.
Mengikuti Burkina Faso adalah Ghana dengan 195 kasus, Pantai Gading 190 kasus, Senegal 190 kasus, Nigeria 174 kasus, Togo 36 kasus, Niger 34 kasus, Mali 28 kasus, Guinea 22 kasus, Benin 13 kasus, Guinea Bissau 9 kasus, Tanjung Verde 6 kasus, Liberia 6 kasus, Gambia 4 kasus, dan Sierra Leona 1 kasus.
Di tempat ketiga adalah Afrika Timur, yang memiliki total 544 kasus dan 11 kematian. Sebagian besar telah dicatat di Pulau Mauritius sebanyak 161 kasus.
Setelah Mauritius adalah Rwanda dengan 82 kasus, Kenya 81 kasus, Madagaskar 54 kasus, Uganda 44 kasus, Djibouti 33 kasus, Ethiopia 29 kasus, Tanzania 20 kasus, Eritrea 18 kasus, Seychelles 10 kasus, Sudan 7 kasus, dan Somalia 5 kasus.
Afrika Tengah menempati peringkat keempat di kawasan ini dengan 425 orang dinyatakan positif mengidap virus itu.
Kamerun memimpin dengan 233 kasus diikuti oleh Republik Demokratik Kongo 123 kasus, Kongo 19 kasus, Gabon 18 kasus, Guinea Ekuatorial 15 kasus, Republik Afrika Tengah 8 kasus, Chad 7 kasus dan Burundi 2 kasus.
BERITA TERKAIT: