Salahkan Politisi Demokrat, Trump: Seharusnya Jangan Buang Waktu Untuk Tipuan Impeachment Konyol Dan Fokus Mengatasi Corona

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 03 April 2020, 10:20 WIB
Salahkan Politisi Demokrat, Trump: Seharusnya Jangan Buang Waktu Untuk Tipuan Impeachment Konyol Dan Fokus Mengatasi Corona
Presiden Donald Trump dan Senator Chuck Schumer/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan politisi top asal Partai Demokrat, Chuck Schumer atas kondisi yang dialami negara bagian New York saat ini di tengah pandemi virus corona baru.

Dalam surat tertanggal Kamis (2/4) itu, Trump menyalahkan Schumer sebagai Senator dari negara bagian New York atas buruknya penanganan penyebaran Covid-19 di sana.

Surat itu adalah surat balasan atas permintaan dari Schumer yang juga Pemimpin Minoritas Senat yang memohon agar Trump memberlakukan Undang-Undang Produksi Pertahanan.

Di mana semua sektor swasta didesak untuk memproduksi peralatan medis yang sangat dibutuhkan dan menunjuk seorang pejabat militer untuk mengawasi produksi dan distribusi produk tersebut.

"Ini adalah masalah yang sangat mendesak bagi kesehatan setiap orang Amerika," tulis Schumer kepada Trump pada hari sebelumnya, Rabu (1/4).

"Sayangnya, respons nasional kita jauh di belakang di mana seharusnya. Tetapi dengan bertindak sekarang, masih ada waktu untuk membantu melindungi profesional medis kita, mengurangi penderitaan, dan menyelamatkan hidup," imbuhnya.

Menolak permintaan Schumer, Trump mengatakan hal itu adalah tindakan yang salah.

Menurutnya, alih-alih meminta hal itu, Schumer seharusnya menghentikan upaya impeachment terhadap dirinya dan mempersiapkan diri atas munculnya Covid-19 pada awal-awal virus itu muncul.

"Jika anda menghabiskan lebih sedikit waktu untuk tipuan impeachment konyol anda, yang berlangsung selamanya dan akhirnya pergi ke mana-mana (kecuali meningkatkan jumlah polling saya)," ungkap Trump.

"(Harusnya) berfokus pada membantu orang-orang New York, maka New York tidak akan sepenuhnya tidak siap untuk 'musuh tak terlihat'," lanjut Trump seperti dimuat Business Insider.

Dalam suratnya, Trump juga mengklaim ia tidak memerlukan UU Produksi Pertahanan karena sebuah ancaman dari dirinya sudah cukup untuk membuat perusahaan menurutinya.

Seperti halnya ketika Trump mengancam perusahaan mobil, Ford untuk membuat ventilator.

Saat ini, lebih dari 2.300 orang di New York meninggal dunia akibat virus corona. Artinya sebanyak 42 persen dari angka kematian akibat corona di AS berasal dari New York. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA