Pembicaraan itu membahas persoalan-persoalan terkini, antara lain pandemi virus corona dan kerja sama hubungan bilateral dalam perang melawan virus tersebut.
Bincang-bincang Jokowi dan Edogan itu pun menjadi headline
Anadolu Post yang terbit hari ini, Rabu (1/4).
Lalu Muhammad Iqbal, Duta Besar Indonesia untuk Turki, dalam pernyataannya menyebutkan, sebelumnya Pemerintah Turki menawarkan alat tes cepat (rapid test) kepada pemerintah Indonesia. Tawaran itu telah disampaikan pemerintah Turki melalui Kedutaan Besar Indonesia di Ankara, melansir
Anadolu Agency, Selasa (31/3)
Indonesia bermaksud melakukan kerjasama mengenai penyediaan alat-alat kesehatan untuk penanganan Covid-19.
“Saya sudah teruskan tawaran [dari Turki]. Karena otoritas terkait di Indonesia yang lebih tahu kebutuhan di lapangan,†ujar Iqbal.
Indonesia mengalokasikan tambahan belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan penyebaran virus korona.
Di antaranya, sebanyak Rp75 triliun akan digunakan untuk bidang kesehatan.
“Pada prioritas pertama, penyiapan anggaran Rp75 triliun sebagai dukungan di bidang kesehatan antara lain untuk perlindungan tenaga kesehatan, terutama untuk pembelian alat perlindungan diri (APD),†ujar Jokowi saat melakukan telekonferensi di Jakarta, Selasa (31/3).
Selain itu, anggaran juga untuk pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti test kit, reagen, ventilator, hand sanitizer dan lain-lain sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
BERITA TERKAIT: