Menurut Twitter, perusahaan baru-baru ini memperluas aturan global tentang konten yang bertentangan dengan informasi kesehatan yang bisa membahayakan orang lain karena membuka risiko penularan Covid-19.
Di saat semua orang berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona dengan cara menjaga jarak aman atau physical (social) distancing, Bolsonaro malah mempertontonkan ia sedang berkumpul dengan para pendukungnya di jalan-jalan Kota Brasilia.
Bolsonaro juga mengejek kebijakan lockdown, dan malah mendesak warga untuk tetap menjalankan roda perekonomian.
"Saya mendengar apa yang orang-orang inginkan, bahwa mereka ingin tetap bekerja. Sejak awal saya mengatakan, kita akan berhati-hati. Warga berusia di atas 65 tahun tetap tinggal di rumah,†kata Bolsonaro.
Salah seorang warga yang merupakan pedagang yang ditemui Bolsonaro berkata, "Kita tidak bisa tinggal diam. Yang mengkhawatirkan adalah, Anda tidak meninggal karena penyakit ini, tetapi Anda akan mati kelaparan.â€
Bolosnaro pun menyahut, "Anda tidak akan mati.â€
Tidak hanya itu, Bolsonaro nampak dikelilingi kerumunan kecil saat dia berjalan di jalanan ibu kota. Tidak ada upaya untuk dia menjaga jarak dengan orang-orang itu.
Bolsonaro agaknya menganggap virus corona bukan sesuatu yang menakutkan, dan hanya sebagai flu biasa.
Bahkan ia menganjurkan pembukaan kembali sekolah-sekolah dan toko-toko.
Menurutnya, isolasi mandiri hanya perlu dilakukan oleh kalangan berusia di atas 60-an.
Akhirnya dua postingan Bolsonaro itu dihapus. Twitter memberikan pejelasan alasan penghapusan itu.
Menteri Kesehatan Brasil, Luiz Henrique Mandetta, menyoroti pentingnya lockdown sebagai cara efektif dalam memerangi Covid-19. Hal yang amat bertentangan dengan sikap presidennya, Bolsonaro.
Padahal angka kematian di Brasil terbilang cukup mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan, virus corona telah menginfeksi 3.904 warga Brasil, sebanyak 114 di antaranya meninggal.