Meningkatkan kasus virus corona itu mendorong Presiden Rodrigo Duterte mengambil beberapa tindakan tegas, termasuk mengambil alih operasional aset swasta.
Filipina mengambil alih operasional aset swasta yang bisa mempermudah penanganan virus corona, seperti jaringan telekomunikasi, transportasi, dan bangunan.
“Kami sebenarnya segan untuk melakukannya, tetapi melihat situasi dunia sekarang, kami tidak punya banyak piliÂhan,†ujar Sekretaris Eksekutif Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Salvador Medialdea, di Manila, Senin (23/3).
Kongres Filipina itu sempat berselisih pendapat dalam rapat darurat guna mempertimbangkan permintaan pemerintah untuk mengumumkan darurat nasional terkait krisis Covid-19. Pihak oposisi khawatir kewenangan lebih Presiden Rodrigo Duterte dalam status darurat disalahgunakan.
Pada awal penanganan kasus, Filipina memberlakukan social distancing dan jam malam. Sayangnya, cara itu tidak efektif karena warga masih saja membentuk keramaian sehingga pemerintah merasa harus melakukan upaya lockdown.
F‎ilipina menjadi negara pertama yang mengambil tindakan lockdown di negaranya.
Upaya Salvador Medialdea mengambil alih operasional aset swasta mendapat sorotan dari pihak oposisi. Pihak oposisi khawatir pengambilalihan operasi aset swasta itu akan menjadi celah korupsi baru apabila tidak dibatasi cakupannya.
BERITA TERKAIT: