Banyak Militan ISIS Kabur, Kemenlu Verifikasi WNI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 31 Oktober 2019, 09:19 WIB
Banyak Militan ISIS Kabur, Kemenlu Verifikasi WNI
ISIS/Net
rmol news logo Invasi Turki ke Suriah yang menargetkan pasukan YPG Kurdi membuat beberapa tahanan kelompok militan ISIS kabur, termasuk pada  Foreign Terrorist Fighters (FTF).

Sebagai salah satu negara yang melaporkan beberapa warga negaranya menjadi bagian FTF, Indonesia tengah berusaha mencari verifikasi FTF yang kabur dalam invasi Turki ke Suriah untuk dikembalikan ke tanah air.

Demikian diungkapkan oleh Jurubicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

"Proses verifikasi harus dilakukan. Selama ini kita bekerja sama dengan pihak ketiga yang memberikan akses supaya bisa dikonfirmasi nama-namanya. Juga harus ada koordinasi di bawah BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) untuk mengonfirmasi status nasional mereka," ujar Teuku.

Selain berkoordinasi dengan pihak ketiga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah Internasional (ICRC), Kemenlu juga berkomunikasi dengan pemerintah Suriah di Damaskus. Namun, Teuku mengaku pihak pemerintah setempat pun tidak memiliki akses yang mudah ke wilayah konflik.

"Kita (Kemenlu) tugasnya melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dan pemerintah setempat. Tapi semua itu juga dikoordinasikan dengan BNPT di bawah Kemenko Polhukam (Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)," ujarnya.

Teuku menuturkan, saat ini bukan hanya Indonesia yang menunggu konfirmasi tersebut, semua negara yang pernah melaporkan warga negaranya menjadi FTF pun tengah melakukan hal yang sama.

Selain Indonesia, beberapa negara termasuk di Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia juga pernah melaporkan warga negaranya yang pergi tanpa konfirmasi dan diduga bergabung menjadi FTF untuk ISIS. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA