Seperti ketika tiga buah mortir menghantam sebuah pangkalan militer pasukan AS di bagian utara Baghdad pada Senin malam (28/10). Serangan ini hanya berselang sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tewasnya pemimpin kelompok militan ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi pada Minggu (27/10).
"Dua mortir mendarat di dalam pangkalan Taiji dan meledak, yang ketiga mendarat di luar dan tidak meledak," ujar sebuah sumber keamanan yang tidak disebutkan identitasnya seperti yang dimuat
Press TV.Tidak ada yang mengklaim serangan tersebut. Pun tidak ada laporan mengenai kerusakan ataupun korban dalam serangan mengejutkan itu.
Selain bertepatan setelah pengumuman tewasnya pemimpin ISIS, serangan tersebut juga terjadi ketika gelombang protes antipemerintah melanda Irak, terutama di Baghdad.
Pagi di hari yang sama dengan aksi pengiriman mortir, pemerintah memberlakukan jam malam di Baghdad. Jam malam tersebut berlaku dari tengah malam hingga 6 pagi dan berlaku sampai waktu yang belum ditentukan.
Jam malam diberlakukan setelah para siswa ikut bergabung dalam aksi protes yang berakhir kerusuhan di Baghdad
.