"Ada kesepakatan penuh tentang perlunya perpanjangan," ujar pejabat Uni Eropa pada Jumat (25/10) tanpa menetapkan tanggal tenggat waktu yang baru, seperti yang dimuat
Reuters.
Lebih lanjut, pekerjaan masih akan berlanjut selama akhir pekan dan utusan akan kembali bertemu di Brussel, Belgia pada Senin (28/10) dan Selasa (29/10) pekan depan.
Sementara itu di hari yang sama, diplomat Uni Eropa mengatakan, perpanjangan ini diputuskan atas pengaruh Prancis yang telah menekan 26 negara Uni Eropa lainnya untuk menunggu dan mendukung penundaan Brexit hingga 15 atau 30 November mendatang.
"Semua orang menginginkan keputusan pada hari ini. Tetapi Prancis memiliki masalah dengan itu dan ingin menunggu untuk melihat apa yang terjadi di London," ujarnya.
Menanggapi keputusan ini, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menyerahkan sepenuhnya kepada Uni Eropa. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan terlibat dalam 'Brexitology' di parlemen jika dikalahkan oposisi.
"Tentu saja, 31 Oktober masih mungkin, sayanya itu tergantung pada apa yang dikatakan Uni Eropa," kata Johnson.
Dalam sebuah rancangan dokumen yang tidak disebutkan, penundaan diberikan dengan pandangan untuk memungkinkan finalisasi ratifikasi perjanjian Brexit yang telah disetujui pada pekan lalu.
Uni Eropa sendiri diketahui melakukan penundaan untuk mencegah perpecahan tanpa kesepakatan yang akan merusak Inggris dan blok.
BERITA TERKAIT: