Tiba di ibukota Irak itu pada Rabu (23/10), Esper mengatakan semua pasukan AS yang meninggalkan Suriah akan pergi ke Irak barat untuk melanjutkan operasi penumpasan kelompok militan Negara Islam (ISIS).
Kata Esper, seperti yang dilansir dari
Associated Press, pasukan AS di Irak memiliki dua misi. Pertama untuk membantu Irak melawan ISIS. Kedua, untuk memantau dan melakukan misi kontra-ISIS.
Di Irak sendiri saat ini terdapat lebih dari 5.000 pasukan AS, berdasarkan perjanjian kedua negara. AS pernah menarik pasukannya keluar dari Irak pada 2011 ketika operasi tempur di sana berakhir. Namun pasukan AS kembali lagi setelah ISIS mengambil alih Irak pada 2014.
Meski demikian, Esper mengatakan penempatan pasukan AS di Irak akan bersifat temporer hingga ada keputusan lebih lanjut. Namun, yang janggal dari pemindahan pasukan AS ke Irak ini adalah militer Irak menyatakan pada Selasa (22/10) tidak memberikan izin tinggal.
Merespons hal ini, Esper mengatakan akan berbicara dengan para pemimpin Irak secara langsung.
BERITA TERKAIT: