"Apa yang dikatakan pembicara Iran tentang kerajaan yang mengirim pesan ke rezim Iran tidak akurat," tulis Jubeir dalam akun Twitternya seperti dikutip
Radio Farda.
Yang terjadi sebenarnya, kata Jubeir, adalah sikap Arab Saudi yang mengingatkan posisi kerajaan dalam mencari keamanan dan stabilitas di kawasan. Hal itu sejalan dengan sikap negara-negara saudara yang tengah berupaya menenangkan situasi antara Arab Saudi dan Iran.
Lebih lanjut, Arab Saudi mengatakan de-eskalasi harus datang dari pihak yang meningkatkan dan menyebarkan kekacauan, dalam hal ini negara Iran.
Panasnya hubungan kedua negara makin panas sejak Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua fasilitas minyak Aramco pada 14 September lalu.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan Minggu (29/9), Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman memperingatkan harga minyak dapat melonjak jika dunia tidak bersama-sama menghalangi Iran. Ia pun menyebut lebih menyukai solusi politik ketimbang militer.
Pasca pernyataan tersebut, Jurubicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei kemudian berujar bahwa Arab Saudi telah menyampaikan pesan kepada Rouhani melalui beberapa pemimpin negara. Namun, Rabiei tidak menginformasikan isi dari pesan tersebut.
BERITA TERKAIT: