Sebelumnya pada 5 Agustus lalu, India mencabut otonomi khusus Kashmir dan membaginya menjadi dua wilayah persatuan yang diatur secara sentral, yaitu Jammu dan Kashmir serta Ladakh yang berbatasan dengan China seperti yang dimuat oleh Associated Press, Rabu (2/10).
Jarang dipublikasikan, namun ketegangan juga telah ada selama bertahun-tahun di wilayah Ladakh. Diketahui, wilayah ini terbagi secara administratif menjadi distrik Leh yang mayoritas beragama Budha dan distrik Kargil yang Muslim. Keduanya kerap berselisih meski tidak sampai pada tahap kekerasan.
Komunitas Budha menuding komunitas muslim telah memonopolisasi dana di wilayah tersebut yang terkenal dengan wisatanya. Sehingga komunitas Budha menginginkan adanya pemerintahan terpusat.
Namun, dengan adanya klaim India, Ladakh dikhawatirkan akan seperti Kashmir yang dipenuhi oleh pemberontakan dan kekerasan. Bahkan delapan minggu lalu, pemerintah India telah membanjiri Kashmir dengan pasukan tambahan yang memberlakukan tindakan keras dan blokade komunikasi.
Meski menginginkan pemerintahan terpusat, para pemimpin Budha di Leh waspada terhadap perubahan demografis seperti di Kashmir mengingat India dan pemerintahannya diisi oleh mayoritas beragama Hindu.
Bahkan, di kedua distrik, tentara India memelihara puluhan pangkalan di sepanjang perbatasan Pakistan dan China.
BERITA TERKAIT: