Namun demikian, pemerintah AS tetap memberikan tawarin lain agar Zarif bisa tetap berkunjung.
Dimuat oleh
CNN, Sabtu (28/9), Zarif kesulitan mendapatkan izin untuk mengunjungi kerabatnya yang dirawat di sebuah rumah sakit di New York.
Rumah sakit yang diketahui sebagai Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering Cancer Centre itu ternyata memiliki jarak yang dekat dengan Gedung PBB, tempat pertemuan tahunan Majelis Umum ke-74.
Namun, seorang pejabat AS menuturkan, bila Zarif tetap ingin berkunjung, Iran harus terlebih dahulu melepaskan seorang warga AS yang telah ditangkap dan ditahan selama beberapa tahun oleh Iran.
"Menlu Zarif ingin mengunjungi seorang kolega yang berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Iran telah secara salah menahan beberapa warga AS selama bertahun-tahun. Kami telah meneruskan ke misi Iran bahwa permintaan perjalanan akan dikabulkan jika Iran membebaskan seorang warga negara AS," ujar seorang pejabat AS yang tidak diketahui identitasnya seperti yang dilansir oleh CNN, Sabtu (28/9).
Menanggapi hal ini, seorang diplomat asal Iran, Alireza Miryousefi geram. Dalam Twitternya, Miryousefi menulis, "Perjalanan!! Hanya beberapa menit jalan kaki."
Sebelumnya, delegasi Iran memang menyatakan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan visa perjalanan ke New York, meski untuk agenda pertemuan PBB. Beberapa hari menjelang pertemuan, visa keberangkatan baru dikeluarkan oleh AS untuk delegasi Iran, termasuk untuk Presiden Iran, Hassan Rouhani.
BERITA TERKAIT: