Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong siap membangun kembali "Lennon Walls" dan memperingati Umbrella Movement ke-5 pada Sabtu, (28/9).
Reuters melaporkan, ribuan pengunjuk rasa melakukan demonstrasi di pelabuhan pada Jumat (27/9) sembari meneriakkan berbagai slogan yang menuduh polisi melakukan kebrutalan terhadap para demonstran.
Aksi ini menyusul dialog publik yang dilakukan oleh Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam dan 150 demonstran di stadion Queen Elizabeth.
Para demonstran setuju agar pemerintah melakukan penyelidikan terhadap kekerasan berlebih yang dilakukan oleh polisi untuk membubarkan unjuk rasa.
Tidak hanya di situ, menjelang Hari Nasional RRC pada 1 Oktober mendatang, para pengunjuk rasa bersiap-siap membangun kembali "Lennon Walls", grafiti anti-pemerintah.
Selain itu, Sabtu (28/9) juga juga bertepatan dengan lima tahunnya Gerakan Payung atau Umbrella Movement.
Seorang pengunjuk rasa Hong Kong yang sangat vokal, Josua Wong juga akan mengumumkan pencalonan dirinya untuk pemilihan dewan distrik pada Sabtu (28/9).
Diperkirakan, ribuan orang akan berkumpul di pusat kota pada Sabtu malam (28/9). Unjuk rasa juga akan dilakukan keesokannya untuk memperingati Hari Anti-Totaliterisme Global, dengen berbagai acara solidaritas yang juga dilaksanakan di seluruh dunia, termasuk Paris, Berlin, Taipei, New York, Kiev, dan London.
BERITA TERKAIT: