"Saat ini, tidak mungkin untuk mengatur ulang hubungan kami dengan Iran dalam hal minyak dan gas alam. Kami akan mendapatkan gas kami lagi dari sana," ujar Erdogan seperti dikutip
Sputnik.
Erdogan menjelaskan, saat ini perusahaan-perusahaan swasta tidak membeli minyak Iran karena mereka takut ancaman AS. Tetapi Turki akan melanjutkan hubungan dengan Iran.
Bahkan, secara khusus, Erdogan juga menekankan bahwa Turki tidak takut dengan kemungkinan sanksi AS. Karena kerja sama ekonomi dengan Iran sangat penting.
Pekan lalu, AS memberikan sanksi baru terhadap Iran. Negeri Paman Sam itu menuding Iran bersalah atas serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. AS bahkan memasukkan Bank Sentral Iran ke dalam daftar hitam mereka.
Setelah pengumuman sanksi baru terhadap Iran itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo mengatakan AS juga akan memberikan hukuman kepada beberapa perusahaan China yang mengangkut minyak Iran.
Diketahui, ini bukan kali pertama Erdogan menentang sanksi AS. Sebelumnya, Kongres AS mengancam akan menghukum Turki secara ekonomi karena pembelian sistem petahanan udara S-400 dari Rusia. Namun, Erdogan berulang kali menyatakan akan tetap melanjutkan perjanjian pembelian dengan Rusia.
BERITA TERKAIT: