Salah satunya, upaya Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam yang berencana menggelar dialog pertama dengan publik, pada Kamis (26/9)
Diberitakan oleh
Reuters, Lam akan mengadakan dialog dengan 150 peserta anggota masyarakat. Masing-masing peserta akan diberikan waktu sekitar tiga menit untuk menyampaikan aspirasi dan pandangannya.
Menjelang dialog, keamanan di lokasi Wan Chai diperketat. Dialog publik tersebut dijadwalkan dibuka pada pukul 11.00 GMT.
Namun ternyata, tidak semua masyarakat Hong Kong optimis dengan dialog publik tersebut. Beberapa orang justru pesimis dialog tersebut akan menghasilkan output yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
"Mereka tidak mendengarkan ketika 200.000 orang berbaris di jalan. Mengapa mereka hanya mendengarkan 150?" tanya seoranng warga, Poon Yau-lok.
Akibat unjuk rasa berminggu-minggu, beberapa bisnis besar di Hong Kong harus menanggung kerugian.
Maskapai andalan Hong Kong, Cathay Pacific dan MTR Corp menjadi dua perusahaan transportasi yang menanggung kerugian karena jumlah penumpangnya anjlok setelah demo berlangsung.
Hong Kong sendiri akan memasuki tahun ke-70 berdirinya Republik Rakyat pada 1 Oktober mendatang.
BERITA TERKAIT: