Tujuannya, guna mendapat dukungan AS terhadap tuntutan demokrasi setelah sebelumnya melakukan unjuk rasa besar-besaran di jalanan dan akses menuju bandara.
Dilansir dari
Reuters, setelah unjuk rasa berakhir bentrokan di beberapa daerah seperti Mong Kok dan Tung Chung pada Sabtu (7/9), pengunjuk rasa berencana untuk mendatangi Konsulat AS di Hong Kong.
Rencana itu dilakukan menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper pada Sabtu lalu (7/9) yang mendesak agar pemerintah China menahan diri dari unjuk rasa Hong Kong.
Pernyataan Esper dikeluarkan di Paris setelah mendapat informasi bahwa polisi kembali menembakan gas air mata untuk mencegah pengunjuk rasa memblokir akses Bandara Internasional Hong Kong.
China membantah tuduhan telah mencampuri urusan Hong Kong. Bahkan China kembali menuduh AS dan Inggris sebagai pihak memprovokasi kerusuhan di Hong Kong.
Akibatnya, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga AS dan staf konsuler di Hong Kong agar berhati-hati atas propaganda China yang "menuduh Amerika Serikat menimbulkan kerusuhan".
BERITA TERKAIT: