"Aku tahu dia (Zarif) akan datang. Aku tahu semua yang dia (Macron) lakukan dan saya setuju semua yang dia lakukan," ungkap Trump kepada wartawan di tengah pertemuan G7, Senin (26/8), dilansir
Al Jazeera.
Trump mengatakan bahwa pertemuan yang mengejutkan itu dilakukan atas izinnya.
Baca:
Tanpa Sepengetahuan Trump, Macron Lakukan Pertemuan Dengan Menlu Iran
Trump sendiri merasa waktunya belum tepat untuk dirinya bertemu dengan Zarif.
"Ini terlalu dini untuk bertemu, saya tidak mau," tambah Trump.
Pada bulan Juli lalu, AS memberlakukan sanksi secara khusus pada Zarif dengan membekukan properti atau kepentingan apapun yang dimilikinya di AS.
Meski demikian, Trump tetap memaksa Iran melakukan pembicaraan baru mengenai program rudal balistik dan dukungan kepada kelompok-kelompok bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi keinginan tersebut, Iran menolak dengan menyatakan bahwa Washington tidak bisa dipercaya.
Setelah kunjungan singkat Zarif ke pertemuan G7, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk berdialog meski dengan peluang keberhasilan yang tipis.
"Sekalipun peluang keberhasilannya bukan 90 persen, tetapi 20 atau 10 persen, kita harus melangkah maju. Kita tidak boleh kehilangan peluang," ujar Rouhani.
BERITA TERKAIT: