
Sebanyak 418 orang di 29 Provinsi ditahan kepolisian Turki dalam penyelidikan tersangka yang memiliki keterkaitan dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Turki, Senin (19/8).
Dalam sebuah pengumuman yang diunggah di media sosial Twitter, polisi Turki menahan ratusan orang usai pengumuman pergantian tiga Wali Kota besar di tenggara oleh pejabat negara terkait penyelidikan terorisme.
PKK merupakan organisasi militan yang didirikan tahun 1970-an dengan tujuan untuk mendirikan negara Kurdi yang merdeka dan sosialis. Sejak tahun 1984, PKK meluncurkan pemberontakan bersenjata di wilayah tenggara.
Sejak awal pemberontakan, konflik Turki dan PKK tidak hanya dilakukan di Turki, namun juga Irak Utara dan telah menewaskan lebih dari 35 ribu orang. Selain Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat juga menganggap PKK sebagai sebuah organisasi teroris.
Kurdi sendiri adalah etnis minoritas terbesar di Turki beragama Islam. Sejak pendirian Republik Turki tahun 1923, bangsa Kurdi mengalami pembunuhan massal seperti pembantaian Dersim dan Zilan. Selama konflik terjadi, Turki telah melakukan embargo makanan di beberapa kota dan desa tempat bangsa Kurdi tinggal.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: