Penggerebekan yang dilakukan atas dugaan publikasi materi rahasia itu dirasa JFCC sebagai sebagai ancaman terhadap kebebasan pers.
Penggerebekan kantor pusat
ABC dilakukan terkait dengan seri investigasi tahun 2017 tang dikenal dengan sebutan “The Afghan Filesâ€. Investigasi itu berisi dugaan pembunuhan dan pelanggaran hukum oleh pasukan khusus Australia di Afghanistan.
Sementara rumah editor News Corp digerebek karena laporan tahun 2018 tentang rencana pengawasan surat elektronik (surel) warga Australia, pesan teks, dan catatan bank.
“Kedua organisasi media itu memiliki kehadiran di Indonesia dan rekam jejak mengungkap berita tentang kepentingan publik baik di sini maupun di Australia,†tegas Komite Eksekutif JFCC dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6).
Dalam tuntutannya, JFCC mendesak kepada pihak berwenang Australia untuk memastikan keamanan nasional tidak digunakan sebagai pembenaran untuk mengungkap sumber-sumber rahasia wartawan.
“Pihak berwenang juga harus menghormati hak media untuk melaporkan isu-isu yang pantas mendapat perhatian publik,†pungkas keterangan tersebut.