1.000 Hakim Aljazair Tolak Pantau Pemilu Jika Bouteflika Maju Sebagai Capres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 12 Maret 2019, 00:36 WIB
1.000 Hakim Aljazair Tolak Pantau Pemilu Jika Bouteflika Maju Sebagai Capres
Abdelaziz Bouteflika/Net
rmol news logo Lebih dari 1.000 hakim di Aljazair mengatakan mereka akan menolak untuk mengawasi pemilihan bulan depan jika Presiden Abdelaziz Bouteflika tetap maju sebagai calon presiden.
 
Para hakim itu mengatakan mereka tidak akan bertindak melawan kehendak rakyat.
 
"Kami mengumumkan niat kami untuk tidak melakukan, mengawasi proses pemilihan yang bertentangan dengan kehendak rakyat, yang merupakan satu-satunya sumber kekuatan," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama (Senin, 11/3), seperti dimuat BBC.
 
Secara terpisah, kepala staf militer, Letnan Jenderal Gaed Salah, mengatakan militer dan rakyat memiliki visi yang sama tentang masa depan.
 
Langkah para hakim itu merupakan kelanjutan dari protes nasional yang terjadi di Aljazair sejak beberapa pekan terakhir.
 
Protes itu dipicu oleh keputusan pemimpin berusia 82 tahun itu untuk kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima dalam pemilu mendatang.
 
Bouteflika sendiri muncul di depan umum dan belum pernah memberikan pernyataan publik sejak mengalami stroke pada tahun 2013.
 
Pada hari Minggu (10/3), Bouteflika kembali dari Swiss di mana dia menerima perawatan medis.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA