Â
Para hakim itu mengatakan mereka tidak akan bertindak melawan kehendak rakyat.
Â
"Kami mengumumkan niat kami untuk tidak melakukan, mengawasi proses pemilihan yang bertentangan dengan kehendak rakyat, yang merupakan satu-satunya sumber kekuatan," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama (Senin, 11/3), seperti dimuat
BBC.
Â
Secara terpisah, kepala staf militer, Letnan Jenderal Gaed Salah, mengatakan militer dan rakyat memiliki visi yang sama tentang masa depan.
Â
Langkah para hakim itu merupakan kelanjutan dari protes nasional yang terjadi di Aljazair sejak beberapa pekan terakhir.
Â
Protes itu dipicu oleh keputusan pemimpin berusia 82 tahun itu untuk kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima dalam pemilu mendatang.
Â
Bouteflika sendiri muncul di depan umum dan belum pernah memberikan pernyataan publik sejak mengalami stroke pada tahun 2013.
Â
Pada hari Minggu (10/3), Bouteflika kembali dari Swiss di mana dia menerima perawatan medis.
BERITA TERKAIT: