Sejak kudeta, militer telah menulis ulang konstitusi, menekan perselisihan dan menunjuk sekutu di seluruh birokrasi.
Tetapi beberapa hari belakangan ini terlihat gema dari politik Thailand yang sebelumnya sunyi. Pengumuman-pengumuman politik disampaikan di luar ruangan, warna-warni poster kampanye dan pengeras suara dengan menggembar-gemborkan slogan politik.
Dikabarkan
Channel News Asia, pendaftaran untuk calon legislatif yang akan bersaing dalam pemilu mendatang resmi dibuka hari ini (Senin, 4/2). Belum ada angka pasti berapa orang yang telah mendaftar.
Namun, Pheu Thai, partai politik terbesar Thailand mendorong pemilihan umum yang bebas dan adil tanpa campur tangan pemerintah.
Sementara itu, kurang dari sepuluh minggu jelang pemilu, masih belum jelas apakah pemimpin pemerintahan militer Prayut Chan-O-Cha akan maju sebagai calon perdana menteri atau tidak.
[mel]
BERITA TERKAIT: