Dengan hanya beberapa minggu sebelum tenggat waktu Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, Perdana Menteri Theresa May akan kembali ke parlemen pada hari Senin (21/1) untuk menetapkan bagaimana dia berencana untuk mencoba memecahkan kebuntuan Brexit setelah kesepakatannya ditolak oleh anggota parlemen pekan lalu.
Diketahui bahwa Oposisi utama Inggris Partai Buruh mendesak untuk pemilihan baru dan mendesak May untuk mengesampingkan kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan. Sementara pihak lain di parlemen melobi apa pun mulai dari referendum kedua hingga pergi tanpa persetujuan.
Fox, seorang pendukung Brexit, pada Minggu (20/1), menekankan bahwa perjanjian hengkangnya Inggris dari Uni Eropa dengan Uni Eropa masih merupakan dasar terbaik untuk sebuah kesepakatan dan memperingatkan anggota parlemen agar tidak mencoba mengambil kendali lebih besar atas kepergian Inggris.
"Parlemen belum mendapat hak untuk membajak proses Brexit karena parlemen mengatakan kepada orang-orang di negara ini, 'ami membuat kontrak dengan Anda, Anda akan membuat keputusan dan kami akan menghormatinya'," kata Fox, seperti dimuat
Reuters.
"Apa yang kita dapatkan sekarang adalah beberapa dari mereka yang selalu benar-benar menentang hasil referendum yang mencoba membajak Brexit dan pada dasarnya mencuri hasil dari rakyat," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: