Permintaan itu dikeluarkan setelah pemboman mobil yang mematikan menyebabkan 21 orang meninggal dunia dalam serangan di Bogota. Serangan itu disalahkan pada kelompok ELN.
Presiden Konservatif Ivan Duque mendesak Kuba yang merupakan tuan rumah dan salah satu penjamin proses perdamaian, untuk mengirim pulang para pemberontak ELN di Havana.
Duque mengumumkan bahwa dia akan mengembalikan surat perintah penangkapan untuk 10 anggota ELN, yang merupakan bagian dari delegasi kelompok itu untuk pembicaraan Kuba.
Pembicaraan itu bertujuan untuk mengakhiri lebih dari lima dekade pertempuran oleh kelompok yang diilhami Marxis. Duque mengatakan bahwa Kuba tidak harus melindungi para pemberontak.
Lebih lanjut dia menekankan bahwa serangan bom di akademi polisi adalah kejahatan yang melanggar hak asasi manusia.
"Tidak ada tindakan seperti itu yang pantas untuk menghindari keadilan dilakukan", kata Duque saat memberikan pidato di Tolima, seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: