"Anda tidak dapat mencapai apa pun dengan mengancam Turki secara ekonomi," kata Menteri Luar Negeri Nevlut Cavusoglu, menanggapi ancaman tersebut, seperti dimuat
BBC (Senin, 14/1).
Dia juga menekankan bahwa Turki tidak takut dengan ancaman apapun.
"Kami telah mengatakan berulang kali bahwa kami tidak akan takut atau dihalangi oleh ancaman apa pun," tegasnya.
Dia juga mengkritik metode Trump, dengan mengatakan bahwa masalah strategis tidak seharusnya dibahas melalui media sosial.
"Aliansi strategis tidak boleh didiskusikan melalui Twitter atau media sosial," tandasnya.
Sementara itu, jurubicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan Turki mengharapkan Amerika Serikat dapat menghormati kemitraan strategis.
"Teroris tidak bisa menjadi mitra dan sekutu Anda," katanya.
Pasukan Kurdi atau yang juga dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) merupakan sekutu Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS di Suriah. Namun bagi Turki, YPG adalah perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap sebagai teroris di Turki.
[mel]
BERITA TERKAIT: