Politisi oposisi menyebut bahwa rencana itu merupakan pemborosan uang yang didanai pembayar pajak.
Zuma, yang digulingkan tahun lalu di tengah berbagai skandal penipuan, terkenal gemar bernyanyi dan memiliki suara barito yang khas. Dia kerap menyanyikan lagu di tengah demonstrasi untuk partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa dan di sejumlah acara publik.
Baru-baru ini, dia berencana untuk merekam album di depan penonton langsung pada bulan April mendatang dan merilisnya di akhir tahun. Salah satu lagu khas yang akan ada dalam daftar putar di albumnya adalah "Awuleth Umshini Wami" (Bring Me My Machine Gun).
Lagu ini adalah salah satu dari banyak lagu perjuangan puluhan tahun melawan pemerintahan kulit putih minoritas yang masih dinyanyikan saat protes di Afrika Selatan.
"Lagu-lagu ini mengingatkan kita dari mana kita berasal dan bagaimana negara kita ditempa," kata kepala rekreasi dan budaya di kota Ethekwini, Thembinkosi Ngcobo, yang akan mendanai album itu.
"Hal terburuk yang bisa kita lakukan adalah melupakan masa lalu kita," kata Ngcobo seperti dimuat
The Guardian.
"Kami mengejar Presiden Zuma selama tiga bulan dan ketika dia mendengar tentang rencana kami, dia lebih bersemangat daripada kami tentang hal itu," tambahnya.
Ngcobo mengatakan Zuma tidak akan dibayar atau menerima keuntungan apa pun dari album tersebut.
Namun oposisi menilai bahwa itu adalah pemborosan anggaran.
"Album itu sendiri bukan masalah sama sekali, kecuali bahwa itu akan didanai oleh uang publik dan kami tidak tahu berapa banyak," kata anggota dewan oposisi lokal Nicole Graham, dari partai Aliansi Demokratik (DA).
"Ini adalah tentang pertarungan antar kelompok di dalam partai ANC, dengan para pendukungnya berusaha untuk memberinya landasan terus setelah kejatuhannya. DA akan berjuang mati-matian demi kepentingan semua yang memprioritaskan pemberian layanan di atas politik," tambahnya.
[mel]