Badan penyelidikan kecelakaan pesawat India (ANI) menemukan bahwa ada pelanggaran dalam aturan "pemisahan" kontrol lalu lintas udara yang menyebabkan tiga pesawat itu terbang pada tingkat yang hampir sama.
Ketiga pesawat itu adalah National Airlines yang berbasis di Amerika Serikat, KLM dari Belanda, dan Eva Air dari Taiwan.
Dikabarkan
Russia Today, pesawat EVA Air Amsterdam-Bangkok terbang pada ketinggian 32.000 kaki, sedangkan KLM Belanda terbang pada ketinggian 33.000 kaki dan penerbangan National Airlines dari Afghanistan ke Hong Kong terbang pada ketinggian 31.000 kaki.
Selisih jarak yang berdekatan ini, berdasarkan standar penerbangan, memicu banyak peringatan yang dihasilkan secara otomatis dari Air Traffic Control (ATC).
Pilot dari tiga pesawat sekarang akan menghadapi pertanyaan dari Biro Insiden Kecelakaan Pesawat India (AAIB) di mana mereka harus menjelaskan bagaimana potensi bencana hampir terjadi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: